THE CLOUDLESS LIFE!!

THE CLOUDLESS LIFE!!
live your days with smiles and laugh and feel the power of smile and laugh in your life

Jumat, 23 April 2010

with my sista Ade Frida (Buttercup)

with my sista Lidia Novrida (Blossom)




hem hari terakhir berseragam dan upacara. mungkin atau malah pasti gw akan kangen sama seragam ku sayaaaaaaang. nanti kalau udah kuliah gw bakal bingung mau pakai baju apa tiap harinya, beda sama saat sekolah yang gak mikir2 lagi mau pakai baju apa tiap harinya hahaha




fasilitas kamera jeje yang bisa bikin kita berfoto seperti di foto box (kata temen gw sih gitu). yang bagian depan punya kesempatan berpenampilan sempurna, tapi yang belakang hemmm sampe2 ada yang mirip bajak laut hahaha

sebenernya lagi males nulis blog, tapi pengen aja iseng2 masukin foto2 di post blog hahaha






masa2 saat semester 3 hihihi


waaaah ini saat gw nge-bolang bareng temen2 saat semester 4 hahaha ke MONAS euuuuyy

menggila bersama temen2 gw saat menegerjakan tugas presentasi biologi di awal semester 4.
banyak foto2 cacat yang dihasilkan dari webcam laptop temen gew tessa.

weeiii gw pernah jadi tim voli 78 lhooo hahaha walaupun tidak jago2 banget setidaknya gw pernah merasakan masuk tim voli yeeeey

ini adalah foto saat semester 3, bersiap berangkat untuk parade 17 agustus. bermodal uang belasan ribu rupiah tiap orang bisa mendapat baju dan topi hahaha

saat HUT JUPAN, dan di panitia-i oleh angkatan gw. Bintang tamunya Mocca hahaha

foto di Kebun Raya Bogor.
saat gw survey tempat untuk foto Year Book kelas gw.
narsis dikit boleh lhaaa..
and this.. my class at Kebun Raya Bogor (hooooreeeeeee)
sehabis foto Year Book, kita foto bersama.
XII IPA A hebaaaaaaaaaaaaat!!!!



-remember-

Senin, 19 April 2010

what a stupid girl!

suatu hari ada seorang perempuan yang menyukai seorang laki2 yang berwajah lucu dan menarik, pintar, dingin, namun usia laki2 itu lebih muda dari perempuan itu.
sebut saja dee untuk si perempuan dan yee untuk si laki2.

ber bulan2 terlewati, akhirnya si dee dan yee saling dekat. mereka ber-sms-an, post wall, inbox yang membuat keduanya menjadi dekat di dunia maya.

suatu hari yee mengajak dee jalan berdua menonton pertunjukan, dengan hati senang dee menyetujuinya. namun, dee sangat bingung juga karna dy belum pernah berbicara langsung dengan yee sebelumnya, selain itu dee adalah wanita aneh yang terkadang suka melupakan segala sesuatu (ingatan) dalam waktu singkat dan terkadang bisa berubah sikap 180 derajat dari aslinya, karna itu dee sangat kuatir kalau disaat ia jalan bersama yee keanehan dirinya datang tiba2.
tapi dengan berani dee tetap menyetujui acara itu.

singkat cerita, dee dan yee jalan bersama, nonton pertunjukkan, makan, dll
hal yang tidak diharapkan pun terjadi, keanehan diri dee muncul disaat yee mengatakan sesuatu yang penting bagi dee.
dan membuat yee tau akan kekurangan diri dee. namun yee tidak menjauhi dee seperti apa yang ditakutkan dee pada awalnya.

mereka malah semakin dekat dari hari kehari, hingga pada suatu hari dee dan yee janjian untuk bertemu di suatu tempat, namun karna kebodohan, keanehan seorang dee, ia melupakan janji dy dan yee yang akhirnya membuat yee menunggu dee di tempat itu tapi dee tidak kunjung datang karna lupa, sangat amat lupa. dengan sabar yee memaafkan dee dan kembali mengatur janji bertemu. dengan semangat dee tidak mau lagi membuat yee kecewa untuk itu dy membuat reminder untuk mengingat janji bertemu.
ya! akhirnya dee berhasil mengingat janji dan berhasil bertemu dengan yee. tanpa diduga2 dee, ternyata tujuan yee membuat janji dengannya adalah untuk mengungkapkan isi hati yee kepada dee. singakatnya akhirnya dee dan yee menjadi pasangan.

beberapa hari setelah mereka menjadi pasangan, hal yang ditakutkan dee terjadi. ia mendapat informasi dari sepupunya kalau ia sempat lupa kalau dia dan yee sudah menjadi pasangan. ia lupa kalau dia dan yee sudah jadian, bodoh! untuk hal sepenting itu dia bisa lupa dan membuat yee bingung sebingung bingungnya.
well, emang dee bodoh banget sih! dee layaknya memori card rusak yang ga ada gunanya.
what a stupid girl!



bi, inget yaa ini cerita.

blog as my memory

14.04.2010

adalah hari yang menyenangkan bagi gw tapi tidak untuk teman2 gw yang tidak lulus usm1 ITB (ayooo teman2 tetap semangat ya!)
di blog ini gw gak mau ceritain ada apa di tanggal 14 itu, tapi gw cuma mau mengingatkan diri gw kalau tanggal 14 april 2010 adalah hari yang menyenangkan. Bi, jangan lupa ya!

melalui blog ini juga, gw akan menuliskan segala hal2 yang patut gw ingat agar tidak gw lupakan begitu saja seperti angin lalu (syuuuuu~)

sebelumnya, gw gak tau harus memilih media apa untuk gw menceritakan hal2 yg gw suka dan gw merasa bahagia supaya gw bisa mengingatnya sampai kapanpun.
pertama, gw sempet berfikir untuk mencari seseorang yang akan menjadi tempat gw bercerita apapun, tapi helloooo mana ada orang yang mau jadi pendengar selamanya tapi tidak pernah didengar dan kapasitas dan tingkat kejenuhan orang juga ada dalam mendengar cerita gw dan mau menjadi orang yang mengingatkan gw selalu.
kedua, DIARY!
ya, gw sempet berfikir untuk kembali ke beberapa tahun yang lalu. menggunakan DIARY untuk tempat kita bercerita, tapi berhubung gw males nulis dan males membeli DIARY gw mengurungkan niat itu. lagi juga gw suka lupa tempat2 gw menyimpan barang2, jadi sama aja bohong.

jadi, gw putuskan untuk menulis di blog. karna gw suka ONLINE, trs di deket meja laptop gw terpampang id dan password fb, twitter, blog, msn, plurk, dsb jadi gw bakal inget untuk membuka situs2 itu. selain itu, gw suka ngetik jadi mau sebanyak apapun hal yang pengen gw tulis, gw gak akan cape atau males.

well, mulai hari ini blog gw THE FUCHIA SPOT akan menjadi memori kedua gw.
hahahahaha

Senin, 15 Februari 2010

Has Gone

bertemu, berkenalan, berbincang2, bercanda, menjadi dekat dan akhirnya membuat perjanjian itulah yang terjadi antara seorang anak perempuan dan anak laki2 yang terpaut umur 2thn dalam waktu 3hari waktu pertemuan mereka memang terlalu cepat. apalagi mereka langsung saling tertarik satu sama lain saat pertemuan itu. saat pisah, sebut saja XX (perempuan) memenuhi perjanjian yang berisi akan mencari satu sama lain di jejaring facebook tanpa mengetahui nama panjang dan alamat email satu sama lain. dengan semangat XX mencari facebook XY (laki2), dengan bermodal nama depan dan XX berhasil menemukan facebook XY dan meng-add XY. tapi semua tidak baik2 saja, karna usaha yang dilakukannya sia2, karna ternyata XY telah memiliki pasangan. dengan hati terkejut dan sedikit sedih XX menerima kenyataan itu. XY dan XX tak pernah berkomunikasi, walaupun telah memiliki facebook masing2. XX sangat kecewa kepada XY, karna XY tidak menepati janji mereka yang dibuat saat malam terakhir kebersamaan mereka.

Namun, suatu hari XX menerima pesan via ponsel dari XY. XX pun terkejut bercampur gembira mengetahui XY mengetahui no ponselnya. ternyata selama ini XY berusaha mencari no ponsel XX. Mereka berkomunikasi via sms, dan XY menjelaskan semuanya (hal2 yang dikecewakan XX). XY memiliki pasangan, dan berjanji pd XX akan segera memutuskan pasangannya demi diri XX, tapi XX tidak setuju akan hal itu. Dengan jiwa besar XX membiarkan semuanya berjalan alami. Walaupun mereka berdua saling menyukai, XX tidak ingin merusak hubungan antara XY dan pasangannya. Seringkali XY meng-sms XX hanya sekedar mengutarakan isi hatinya, tetapi XX terus mengingatkan XY untuk setia kepada pasangannya.

Beberapa bulan berlalu, XX dan XY sudah tidak berkomunikasi lagi. suatu hari disaat XX membuka facebook, ia menemukan kalau XY telah putus dengan pasangannya. tapi hal itu tidak membuat hati XX senang melainkan normal2 saja. Beberapa hari kemudian XY pun menghubungi XX dan menceritakan hal2 apa saja yang sudah terjadi padanya termasuk putusnya hubungan dia dengan pasangannya. XY pun kembali mengutarakan isi hatinya pada XX, namun XX tidak lagi seperti XX beberapa bulan lalu. Rasa sukanya pada XY telah hilang seiring berjalannya waktu, telah hilang karna XY lama tidak mengabarinya.
Perasaan itu bagaikan pisau, yang akan tumpul bila tidak diasah.

Rasa suka dan respect itu telah hilang..

Kini XX tidak lagi memiliki rasa yang dalam pada XY.

Namun, XY tidak pernah menyerah.

XY mengaku salah pada XX karna telah menjauhkan diri dari XX dalam jangka waktu lama, XY tidak menyalahkan XX sama sekali. Berbagai cara dilakukannya, dengan perhatian, lelucon, hiburan untuk XX tapi XX tetap sulit menumbuhkan rasa itu lagi.
Dulu XX memang sangat suka pada XY, tapi rasa itu telah pudar seiring berjalannya waktu.

"..XX aku emang salah dari awal, tapi biar aku menebusnya, biar aku memulainya dari nol. Maaf karna telah mengecewakanmu dan membuatmu menungguku terlalu lama, dan maaf karna telah melupakan dan membiarkanmu tanpa memberi kabar. Boleh lah aku mencoba mengisi hatimu.."

"..terima kasih XY untuk semuanya, tapi aku sudah berusaha untuk menumbuhkan rasa itu lagi, namun sangat sulit. Maaf XY.."


that feel has gone XY..
Sorry..

Selasa, 22 Desember 2009

cerita natal

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di salah satu ibu kota negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota . Ada sebuah kisah Natal yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang,





Cerita ini dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa IA bukan penduduk asli kota itu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, Tidak sampai setahun di kota itu, mereka sudah kehabisan seluruh uangnya,



Hingga suatu pagi mereka menyadari akan tinggal dimana malam nanti dengan tidak sepeserpun uang Ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong seorang bayi berumur satu tahun. Dalam keadaan panik Dan putus ASA, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya Dan tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing dari sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.



Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: "Saya harus meninggalkan kalian sekarang untuk mendapatkan pekerjaan apapun, kalau tidak malam nanti Kita akan tidur disini." Setelah mencium bayinya IA pergi. Dan itu adalah kata2nya yang terakhir karena setelah itu IA tidak pernah kembali. Tak seorangpun yang tahu dengan pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika.



Selama beberapa Hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, Dan bila malam menjelang ibu Dan anaknya tidur diemperan toko itu. Pada Hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, Dan jadilah mereka pengemis disana selama 6 bulan berikutnya.



Pada suatu Hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit Dan memutuskan untuk bekerja. Persoalan nya adalah di mana IA harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, Dan tampak amat cantik. Keliahatan nya tidak Ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu Dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka.



Suatu pagi IA berpesan pada anaknya, agar IA tidak pergi kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau yang menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. "Dalam beberapa Hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, Dan Kita tidak lagi tidur dengan angin dirambut Kita".

Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, Dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya, di sebelahnya

IA meletakkan sepotong roti, kemudian, dengan Mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, dimana IA bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa Hari, hingga dikantong sang Ibu

Kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh tsb.



Dengan suka cita sang Ibu menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, membayar uang muka sewa kamarnya.

Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa,

Dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota . Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya Dan membawanya kesebuah rumah mewah dipusat kota .

Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.



Suami istri dokter tsb memberi nama anak gadis itu Serrafona, mereka memanjakannya dengan amat sangat.

Di tengah-tengah kemewahan istana gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi Dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, Dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun IA pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya, Dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat.



Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif digereja, Dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian

Setiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo.

Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat, Dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan Dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga Dan istana yang paling megah di kota

Itu.



Menjelang Hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang Ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, Dan di laci meja kerja ayahnya, IA menemukan selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, Dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar Dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian IA membuka lemarinya sendiri, Dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu tampak sesuatu yang terbungkus oleh kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan Dan bukan terbuat dari emas murni.



Almarhum ibu memberinya benda itu dengan pesan untuk tidak menghilangkan nya. Ia sempat bertanya, kalau itu anting, dimana pasangannya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya.

Serrafona menaruh anting itu didekat foto. Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang. Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri.

Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, dengan senyum yang dibuat-buat, belum pernah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanya annya, kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.



Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat dibenaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya Dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dingin sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama.



Matanya basah ketika ia keluar dari kamar Dan menghampiri suaminya, "Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkin kah ibu sekarang masih Ada di jalan setelah 25 tahun?" Ini semua adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar

ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, penerbit surat kabar Dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.



Bulan demi bulan telah berlalu, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya.

Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu dinegeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah.

Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian.

Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang.

Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.



Saat itu waktu sudah memasuki masa menjelang Natal .

Seluruh negeri bersiap untuk menyambut hari kelahiran Kristus, Dan bahkan untuk kasus Serrafona-pun, orang tidak lagi menaruh perhatian utama. Melihat pohon-pohon terang mulai menyala disana-sini, mendengar lagu-lagu Natal

mulai dimainkan ditempat-tempat umum, Serrafona menjadi amat sedih.

Pagi, siang dan sore ia berdoa: "Tuhan, saya bukannya tidak berniat merayakan hari lahirmu, tapi ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup ini 'temukan saya dengan ibu' ".



Tuhan mendengarkan doa itu.



Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan

Ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ketempat wanita itu berada, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka. Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang,



Malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik, mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa Ibunya masih hidup dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.



Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. "Tuhan Maha Kasih nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu nyonya, hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak terlalu banyak lagi." Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh Dan banyak angin. Rumah-rumah disepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikutnya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.



Tubuh Serrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. "Cepat, Serrafonna, mama menunggumu, sayang".

Ia mulai berdoa: "Tuhan beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja untuknya".

Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: "Tuhan beri saya sebulan saja". Mobil masih berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita

bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka.

Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: "Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan".



Ketika mereka masuk dibelokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas, panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak.



Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya Dan 3 mobil polisi, di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi

tempat itu.

"Belum bergerak dari tadi." Lapor salah seorang.

Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun dari Mobil, suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya.

"Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu."

Serrafona memandang tembok dihadapannya, dan ingatan semasa kecilnya kembali menerawang saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kakinya dan kembali terlintas bayangan ketika IA mulai belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkannya pada masa kecilnya.

Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.

"Tuhan", ia meminta dengan seluruh jiwa raganya, "Beri kami sehari,Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberinya tahu bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia. Sehingga mama tidak sia-sia pernah merawat saya".

Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya, wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri disaat ia masih muda.

"Mama....", ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang selama ini ditunggunya tiap malam dan seiap hari - antara sadar Dan tidak kini menjadi kenyataan.

Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas, dengan perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebuah anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk Dan menyadari bahwa itulah pasangan anting yang selama ini dicarinya dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.

"Mama, saya tinggal di istana dengan makanan enak setiap hari. Mama jangan pergi, Kita bisa lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur apapun juga........ Mama jangan pergi....... ."

Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: "Tuhan Maha Pengasih dan Pemberi, Tuhan..... satu jam saja.......satu jam saja....."

Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang

menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia.

Sabtu, 12 Desember 2009

Nama yang penuh kontroversi

apa yang mesti gw tulis hari ini?
hhm.. cukup bingung, soalnya gw lagi gag ada cerita yang pengen gw bagikan sama para the reader(s).
udah gitu lagi gag ada foto2 lucu atau menarik juga buat di ceritain kaya blog gw yang sebelumnya.
selalu deh kaya gini, disaat gw punya waktu luang yang cukup banyak eeh gw nya gag ada cerita hahahaha

gw berpikir dulu yaaaaaa..
emm..

umm...

hhm...

aaaa..


AHA !! TING!!

gw pengen cerita tentang nama gw deh, yaa nama gw yang sering banget dipertanyakan sama orang2 yang pertama kali menyebut nama gw atau yang pertama kali membaca nama gw yang sensasional ini.
Ya, ini nyata dan tidak ada rekayasa, based on the true strory.

well, nama gw Pebriana Damaris yang diberikan oleh mama gw saat gw tiba di dunia ini. gw diberikan nama Pebriana karena gw lahir dibulan Februari dan gw diberi nama Damaris karena nama itu diambil dari alkitab yang adalah nama dari seorang wanita yang sangat setia kepada Tuhan Yesus (asseeeklaaaaaah gw hahaha), dan nyokap gw berharap dengan diberi nama itu dimasa depan nanti gw menjadi seorang wanita yang baik dan taat pada Tuhan. nama gw bagus kaaaaaaan?! ahahaha

tapi yang bermasalah di kehidupan gw sehari-hari bukan nama damaris gw (gw mikir nama ini bermasalah karena takutnya ada orang yang sirik sama gw hahaha, gag jelas dah gw!) melainkan nama Pebriana gw. hhm..serius deh, nama ini sudah banyak membuat orang2 mengerutkan kening dan bertanya kepada gw tentang nama gw.
kira2 seperti inilah:

1. hari itu adalah hari dimana kelas gw XII IPA A belajar bahasa inggris yang diajari oleh Ma'am S untuk pertama kalinya. Sebagai awal, guru gw pun memanggil satu2 nama2 kami agar beliau bisa mengenal kami satu-persatu. Ya, satu persatu nama2 kami dipanggil oleh guru gw dan kami menjawab satu persatu dengan jawaban "present" dan tibalah saat nama gw dipanggil,
(Ma'am Sari: Ms)

ms: melihat absen dan mulai menyebutkan nama gw "pfe..fe..pfe..pbe, sorry nama kamu pakai p toh?"
temen2: serentak dan seketika ketawa puas "hahahahahahaha"
gw: "haa iya ma'am pake p bukan pake f"
ms: "hoo susah toh" (karna beliau sudah sangat lancar berbahasa inggris, jadi sedikit susah untuk penyebut p, lebih gampang f)
temen2: lagi, dan makin gila ketawanya (gelaaaaaaa)
gw: "heee.. mama saya terlalu cinta sama Indonesia ma'am makanya nama saya pakai p"
ms: "well, pebriana damaris"
gw: sambil mengangkat tangan kanan, "present"

huuuu..dari percakapan itu bisa membuktikan kalau nama gw ini agak bermasalah. Iya, bermasalah karena orang2 yang memiliki nama yang menggunakan nama bulan kedua ini umumnya menggunakan huruf f di depan bukan hurus P. ya jadinya banyak orang2 yang rada aneh, asing, atau kurang srek sama nama gw ini, huh! Dan gw hanya bisa senyam senyum, cengar cengir sambil menjelaskan nama gw yang berawal huruf mati yang memiliki perut diatas ini.

kalau guru bahasa inggris yang bertanya soal ini mah mungkin gag terlalu parah, karena mereka yang biasa berbahasa inggris cukup sulit untuk mengucapkan p.

sekarang, bagaimana dengan seorang guru bahasa indonesia??

sesungguhnya ini gag beda jauh dengan guru bahasa inggris gw.
dia adalah pak catur guru bahasa indonesia gw di tempat les, dia seorang guru yang memiliki rasa humor yang tinggi, jadi kalau dia ngajar bisa sekalian menjadi hiburan atau refreshing bagi gw dan temen2 gw tapi dibalik rasa humor dia itu dia adalah seorang guru yang sangaaaaat pintar yaa lebih baiklah dari beberapa guru bahasa indonesia gw di sekolah gw tercintah yang sangat freak banget sama warna orange, huehehehe

kira2 begini percakapan antara gw dan guru gw itu (disertai tawa puas temen2 gw lagi)

(pa catur: pc)
disuatu hari saat gw les, gw mendapat jadwal pelajar b.ind yang diajar oleh pa catur. pada hari itu beliau menjelaskan tentang kalimat dan teman2nya lha,
pc: "yak, saya bakal jelasin contoh kalimat yang hanya terdiri dari satu kata"
anak2: dengan muka cengok dan berkata pelan "emang ada pak?"
pc: "ada, ada.. nih saya kasih contoh" Beliau menengokkan kepalanya tanda beliau sedang berfikir beberapa saat kemudian "yaah, coba kamu namanya siapa neng?" beliau mengarahkan telunjuknya kearah gw tanda beliau menunjuk gw
gw: "hah? saya pa?"
pc: "iya, namanya siapa?"
gw: "pebriana, pa!" dengan suara sedikit keras gw menyebut nama gw
pc: menuliskan nama gw di papan tulis dengan tulisa febri
gw: "pa, pakai P nama saya"
pc: memandang kearah papan tulis lalu menoleh ke gw, "pakai p??"
gw: "hehehe, iya pa pakai P"
pc: "kok? pakai p? Pebri itu diambil dari bulan februari yang awalnya f lho nak"
gw: "iya, pa.."
pc: "nama kamu gak baku tuh nak" dengan sedikit tawa beliau berkata begitu
temen2: tertawa geli
gw: ikut tertawa tanpa rasa malu
pc: "tapi gak lha, kalau nama itu gak ada yang baku. yaa suka2 orangtuanya mau kasih nama apa"
gw: "iya iya saya setuju, pa"

lalu beliaupun melanjutkan pengajaran.

yak, cerita2 itu hanya sebagian dari begitu banyak cerita2 gw tentang permasalahan nama gw ini.
hoaa..nama gw. banyak amet dah yang ngerasa aneh, mentang2 februari pakai f, jadi pada aneh dan janggal gitu sama nama gw. huuuu...
tapi, biar kayak gitu gw suka kok sama nama gw, apalagi itu nama pemberian kedua orantua gw dan gw itu emang cocok dengan nama itu, buktinya gw gak pernah sakit2an memiliki nama Pebriana Damaris huehehehe

nah, untuk kalian yang pada punya nama mirip2 gw, gimana keseharian kalian dengan nama dari bulan kedua yang diawali huruf P?? apa punya pengalaman mirip kaya gw?

Kamis, 26 November 2009

kacang ijo gw dimana?? (mengenang masa membuat video bio)

JEGEEEERRR !!!!

cerita ini diawali pd siang hari yg disertai hujan yg deras dan petir sambar menyambar...
saat itu, gw brsma tessa plg dri skolah dgn naik bis kota P16 ( klo dbca ky englishny babi ).

setiba di ciledug, gw dn tessa trun dri P16 dgn jln extra cepat krn hujan mkin deras saja trunnya..
gw brdua udh sperti kcing yg tkut sm air ( lebay yaa ?! )
dan kt brduapun mlnjutkn prjlnan mnju rmh dgn menaiki angkutan umum C15 yg brwrna ungu putih yg sdang nyantai mangkal di dkt indomaret.

saat kt naik ke angkot trsbut, tmpak seorg ibu dn seorg ank SMP yg tngah asik melamun smbil memandang titik demi titik hujan yg trun dgn derasnya..
( gw rsa di dlm hti mrk berdua sdang melagukn lagu pelangiku sherina,hehe)

Oke,back to cerita..

gw dn tessa duduk brsblhan,lalu gw mulai mengelap tngan gw yg bsah dgn saputangan dan tessa hnya bengong menerima kenyataan kalau dy tdk bs mengelap tanganny yg bsah krna tdk bw saputangan..
( bangganya bw saputangan )

tak lama naik seorg gadis SMA yg bsah jg krna hujan,tp dy lbh parah basahnya. Ia duduk brhdapan dgn gw..
awalny, gw gag trlalu menggubris kehadiran gadis itu, sampai...
tessa menyodorkan hp nya yg tlah ditulis sbuah kalimat yg mmbuat gw sontak kaget dn trsenyum,
bgini isinya..
" bi, cwe di dpn gw ank SMA "BB" "

(untk skdar tau, sblmnya gw dan tessa prnh mlihat ank SMA dgn logo dibju SMA "BB", dn msti kalian tau.. tak jauh dri 78 ada sbuah SMK brnma SMK "AA", kt brdua pgen bgt nunjkin logo skolah "BB" ke selly florentina teman sbangku gw)

back to cerita..

Trjdi prckapn bisik2 antra gw n tessa :

T (tessa) : bi, gw mw ambil fto logo bju BB dh bwt selly. Biar dy prcya.

P (pebi) : ywdah ambl aja..
Cepet !

T : gk agh..gw tkut

P : yah klo pk kmera hp gw ketara bgt ( hp gw pk pntup dkmerany)
cepet ambl dh tes, jgn pk flash

T : iya deh..
saat kt brbisik si gadis sdh curiga pd kt brdua.
tessa pun mngluarkn hp nya dn meng-Off-kn flash.
ia pun mulai membidik logo SMA "BB" dibju gadis itu..
saat sudh pas tessa pun menekn tombol capture,
dan ternyataaa.........

CETREK !!
sebuah suara tnda pngambilan fto kluar dri hp tessa,trnyta ia lp mematikn suara cmera hp nya.
alhasil, si gadis itu mrasa tdk enk dn mlihat bdanny dgn tmpang kebingungan.
mngkin ia brbsik bgni :
" apa yg slah di gw yaa, kok mrka b2 aneh bgt sh ke gw, jgn2 mrk b2 fto gw lg "

smentara, gw dn tessa panik dn kbingungan.
dn kami pun brpura2 sdng mlihat2 fto di galeri dn tb2 tessa slh pncet tmbol.

P : ih fto selly cacat dah !

T : iya ya !

P : lo knp pk slh pncet tmbol sih tes ?!

T : iya nih slh pncet,haha..

gw dn tessa trs brusha mntupi klo kt memotret logo bju gadis itu.
smpai si gadis trun, gw dan tessa tdk brkta apa2.

saat si gadis trun, gw dan tessa trtwa geli mengingat kejadian td.
tp yg pnting dsini..
gw dan tessa tlh mndptkn fto logo SMA "BB" untk ditnjukan pd selly..


hhooaam...
prjuangan diangkutan umum dikala hujan..
senin, 30 april 2009

sbnernya ini kejadian udh gag new lg.. ( ?? )
yaa krn udh ada bbrapa tmen gw yang udh gw crtain.

well, lngsung aja yaa..

hari snin, sepulang skolah gw bertekad untuk menanam kcang ijo (lagi) untuk mememuhi tgs bio yg dberi olh maha guru S.E Rahardjo yg hrs mmbuat video ttg prtmbuhan prkcambahan kcang ijo..

sepulang gw dri skolah, gw brsma 3 org tmen gw mmbeli pot kcil untk menanam si kcang ijo di dkt skolah gw SMAN 78 (halah...), crita pny crita gw pun mndptkan pot dgn hrga Rp. 1500 ( tergolong murah apa mhal yaa ?! )

stelah dpt, gw lngsung capcus go home..

tiba lah gw di istana kesayangan gw yaitu rmh gw yg trltak di prumahan pdk.bahar ( hehe...)
trnyata mama gw ada di rmh..
gw pun lngsung meminta bntuan mama untk mncrikan gw tnah untuk menanam kcang ijo.

P (pebi) : ma, pebi msa mw nanem kcang ijo lg dah ?!

M (mama) : kmrn2 kn udh de, tuh udh gde !

P : iya,tp yg itu gk pebi amatin, jd hrs ngulang. Ma,tlong criin tnah lg dong..

M: iya, mna pot nya ?

gw pun mmbri pot yg brhrga Rp.1500 itu ke mama.

selagi mama pergi mngambil tnah, gw pun teringat akn kcang ijo yg ad di plastik yg td pgi gw liat msh sgt bnyk di kulkas, dan gw pun prgi ke dapur untuk mngambil kcang ijo trsbut untk gw tnam.
namun,

P : lha ?? kcang ijo nya mana ?? td pagi kn msh ad bnyak..

gw pun mlihat sekeliling, dan mata gw trpanah pd panci diatas kmpor yg sdng brbunyi..
bluk...bluk...bluk... ( tnda sesuatu mndidih )
gw mndkati dan mncium aroma gula jawa dri pnci trsbut. Dan saat gw bukaaaa.....

P : BAAAHH ?!
trnyta klmpok kcang ijo yg sdng gw cri itu tengah berenang-renang di dlam pnci berisi air gula jawa, alias telah diolah mnjdi bubur kcang ijo,hhm...

Gw pun mncoba mngambil sdkit dri kcang ijo itu brhrpa msh ada yg kras dn bs gw tanam, namun smua kcang ijo tlah lmbek..

( knp bs pas gtu yaa?! disaat gw nyari disaat itu jg gw tw klo th kcang ijo tlh diolah )


tiba2 trdngar suara..

M : bi, nih tnahnya !

P : ma, kcang ijo pebi mama msak yaa ?!

M : (dgn polos) iya, mama kra udh gk dpke lg.

P : haduh, knp gk blg dri awal2 ma ?! klo tw td kn gk ush ambl tnah dlu.

M : (dgn santai) kamu gk tnya mama sih de..


What ???
gw hny bs trdiam dan menerima pot dri nyokp gw yg tlah terisi tanah di dalamnya, dn gw pun mmbtalkn niat untk menanam kcang ijo, smpai gw mmbli kcang ijo atau mnta sm tmen,hehe..


2 jam kemudian...
gw memakan bubur kcang ijo buatan mama gw.
Enak juga sih !!
hahahaa..